Moi Life Cycle

Disclaimer: Postingan ini sangat subjektif!

Ya iyalah kan namanya juga mau ngomongin tentang siklus hidup aku kan yah, gimana gak subjektif😛

Duileee ‘siklus hidup’, udah kaya mau ngomongin piramida rantai makanan aje emangnya ijk predator…hehehe😀

Sebenarnya sih aku pengen ceritain tentang tahapan-tahapan besar dalam hidupku aja,  and how my judgment about the stage of my life.

Aku sangat bersyukur dari lahir aku hidup dengan normal dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sangat sehat dan kondusif baik lahir maupun batin, Alhamdulillah. I do love my parents fillah to the afterlife, menurutku orang tuaku itu adalah hamba-hamba Allah yang terindah yang Allah hadirkan dalam hidupku. Doaku selalu yang terbaik untuk kebahagiaan hidup kedua orang tuaku dunia wal akhiroh, aamiin…

Sampai akhirnya, aku sekarang sudah merasakan menjadi orang tua untuk anakku, Alhamdulillah kedua orang tuaku masih tetap hadir dalam hidupku sebagai komponen terpenting dalam hidupku, Subhanallah… Aku menjadi seorang anak, sekaligus ibu dan istri yang paling bahagia karena nikmat dan anugerah yang Allah berikan dalam kehidupanku sampai detik ini, jelas akan aku sebutkan selalu dalam setiap hela nafasku ‘nikmat Tuhan mana lagi yang bisa aku dustakan?’

Long story short, sebelum sampai pada tahapan sebagai seorang ibu, pastinya aku kan menjalani beberapa tahapan hidup, lets say aku ikut program wajib belajar 12 tahun, trus lanjut kuliah S1 di luar kota Jakarta. Ini merupakan tahapan besar juga dalam hidupku, kuliah di luar kota itu artinya aku harus hidup jauh dari orang tuaku untuk pertama kalinya dalam waktu lama. Yah walaupun luar kotanya cuma kepleset dari Jakarta juga nyampe sih😛 justru pada tahap inilah kemandirianku pertama kali diuji dengan ujian yang nyata, yaitu aku harus mengurus segala segmen dalam hidupku all by myself, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi🙂

Oke, alhamdulillah semua berjalan lancar sampai aku jadi sarjanah, next step is back home to get any jobs for myself soalnya status udah berubah dong yah dari mahasiswa (masih hasil sisihan orangtuwa hahaha ngarangnya maksa ya seus :P) menjadi orang berpangkat sarjana di pundak, hidup itu berat Jendral!!! Jadi aku harus segera mencari pekerjaan untuk membiayai hidupku yang memang seharusnya sudah tidak menjadi tanggungan orang tuaku, itu juga sebagai pertanggungjawabanku terhadap orang tuaku, bahwa aku dengan biaya sekolah dari mereka sekarang sudah bisa berpenghasilan dan membiayai hidupku sendiri walaupun orang tuaku gak kejem-kejem amat sih mereka masih ridho kok membiayai makan 3 kali sehari untuk anaknya ini.  Daaaaan sodara-sodara, alhamdulillah gak pake lama setelah sebulan aku diwisuda aku keterima disalah satu perusahaan, horay aku bisa membuktikan dan ternyata bangga banget yah bisa berpenghasilan sendiri😀

Aku officially kerja di perusahaan itu 3 tahun,dan disanalah aku ketemu soulmateku “my one-in-a million-man” yaitu suamiku. Proses ke next step yaitu menikah gak lama kok, mulai dari berkomitmen, lamaran, sampai nikah cuma berlangsung sekitar 3 bulan, dan kembali bersyukur karena semua berjalan lancar.

Aku memutuskan untuk resign dari kerjaanku karena aku sudah mempertimbangkan matang-matang bahwa ketika aku hamil dan menjadi seorang ibu, aku mau menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, walaupun suamiku tidak pernah melarangku untuk berkarir selama aku tahu kewajibanku sebagai seorang istri dan ibu, tapi aku tetap teguh untuk menjadi “Stay at Home Mommy”🙂

Voila, that precious moment happened! Alhamdulillah, officially I’m became a mother (aku terharu, bahagia, dan bersyukur banget). And I’m very enjoy this moment as fully stay at home mom, mulai dari menyusui dan melihat perkembangan anakku every single second, alhamdulillah pangkat dan jabatan sebagai seorang ibu ini merupakan anugerah yang luar biasa dari Allah dalam hidupku, bahwa Allah menitipkan seorang jiwa yang suci dalam hidupku untuk aku sayangi, aku urus, aku didik bahwa kehidupan dunia ini adalah ladang ibadah untuk Allah, semoga Allah terus membimbingku  sebagai seorang ibu aamiin…

Lalu, lalu, lalu sekarang tanggungjawabku nambah nih, alhamdulillah aku menerima beasiswa full untuk menjadi mahasiswa pascasarjana disalah satu universitas pascasarjana negeri di Jakarta setelah jadi SAHM selama 2 tahun, jadi sekarang aku pangkatnya berubah dong jadi Momtudent (mom+student)😀. Gimana rasanya jadi momtudent? Bilang wow sambil koprol dulu deh aku😛 kalo ditanya rasanya, wuih bener-bener deh momtudent menguji fisik, mental, pikiran dan kesabaran aku. Mulai dari momen-momen terakhir aku menyusui anakku tetapi aku sudah berstatus sebagai momtudent, proses menyapih Ufa memang dapat dikatakan bukan merupakan Weaning With  Love, karena memang butuh waktu sekitar 5 hari untuk penyesuaian bobo malem tanpa nenen sama sekali buat Ufa, aku memang sudah meniatkan untuk kasih hak Ufa untuk nen genap sampai 2 tahun full, walaupun sebulan terakhir karena aku kuliah jadi Ufa nen nya cuma kalo aku pulang kuliah aja waktu sore sampai pagi… Alhamdulillah sekarang adaptasi aku menjadi momtudent sudah berkahir dan sekarang tinggal manajemen waktunya aja, supaya aku bisa membagi waktu untuk Ufa dan mengerjakan segala kewajiban kuliah yang seabrek-abrek. Semua ini bisa aku laluin enggak lain karena support dari suamiku dan kehadiran orang tuaku yang dengan ikhlas mau merawat cucunya selama aku di kampus🙂

Nah, jadi kalo boleh disimpulkan nih siklus-siklus besar tahapan dalam hidupku adalah jadi: pelajar, mahasiswa, pegawai, ibu rumah tangga yang diam di rumah, dan sekarang ibu rumah tangga sekaligus mahasiswa. Kalo ditanya mana profesi yang paling enak menurut aku?  Ya jelas 100% aku pilih sebagai ibu rumah tangga full mengurus rumah, suami dan anak. Kok bisa sih? Ya walaupun tidak menampik yah, bahwa setiap  tahapan itu punya kenikmatan masing-masing, tapi menurut aku nih, kenikmatan menjadi ibu rumah tangga full itu melebihi segalanya🙂 soalnya itu bisa dibilang comfort zone aku, seperti aku punya duniaku sendiri tanpa ada “aturan” formal yang mengikat…I know, It sounds shallow but It’s truth for me. Ya setiap orang punya haknya masing-masing dalam menilai, klo menurut aku, dalam menjadi SAHM itu memang banyak tantangannya juga, tapi I deserve a bunch of happinesses from SAHM daripada tahapan yang lain :) Semoga ilmu yang sedang aku pelajari dalam sekolah pasca ini, akan bermanfaat untuk orang lain terlebih untuk keluargaku dan anak-anakku kelak, aamiin.

Nah klo ditanya abis kuliah aku mau ngapain? Udah pada tau dong yah jawabanku pasti?????  Yup bennnuul…mau back to home lagi! Tapi aku tidak menutup kemungkinan untuk rezeki dari Allah berupa karir, ya klo Allah meridhoi dan tentunya suami dan orang tua meridhoi juga aku untuk berkarir lagi, atas keputusan yang sudah dipikirkan matang-matang tentunya aku pun bisa aja nanti menjadi berkarir lagi tapi  insyaAllah aku maunya karir yang tidak menyita waktu aku untuk keluarga khususnya anakku mudah-mudahan Allah mengabulkan, aamiin.. Jadi klo nanti aku jadi seorang ibu yang berkarir, pangkat di pundakku berubah lagi dong yang klo minjem istilah tren di halaman ibu-ibu urban sekarang adalah pangkat working mom hahaha😀

Allah tau apa yang terbaik untuk aku dan keluargaku pastinya, jadi kegiatan yang sekarang aku sedang jalanin ini pun tentunya atas kehendak Allah azza wa jalla yang Maha tau, maka sekarang aku pun tetap meminta bimbinganNya agar aku dapat menjalankan peran momtudent ini dengan sebaik-baiknya dan diridhoi Allah, aamiin.

Categories: Family, Life | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: